Posts

RUNYEM!!!

Cerita terangkai, Berawal dengan rasa benci tanpa kenal mulai kau merasuk bertanya apa aku ini. Sesat aku bermuka dua,  Sepatah kata ku bohong semua. semua begitu mudah karna kau angap kita sama. Benar dijunjung tinggi,  Salah tanpa toleransi,  Bertanya pada diri apa  isi hati. Ku rengut rasa percaya,  Terinjak injak karena dusta,  Tapiii Benar ku tak berbuat apa-apa Setelah semua cerita,  Sempat ku abaikan semua yang ada. Apapun cerita ku tolak semu rasa salah. Lalu aku ini apa, Mungkin kata sastrawan tua, "Ku remuk dan hilang bentuk" Namun tak sepadan, Aku diatas itu semua Bahkan tak mengenali siapa aku ini. Terasuki? Jawaban apa yang kumiliki. Satu hal,  aku berubah mengerikan, Senyuman tak hilang,  dukaku dibadan. Kawan aku terlahirkan,

You can't be king again ^^

Kini kau telah mampu tersenyum lebar. Takkan lagi ada hati yang kau kasiani tuk berbagi. Salah sendiri mengapa tak menemani hati Sekarang mampus lah kau di kunyah kunyah sepi. Arah tak kau dengar. Ujar kau abai. Tagis engan kau lerai. Buat apa ku memungut mu kembali Gelandang peminta hati. Lupa diri, suap nasi dulu ku bagi Sapu tangan ku beri Senyuman ku isi Tapi tega kau dustai Matilah kau tetelan sendiri. Kau terkenang, Kala senang dan rasa berbagi. Kalau masalah sama ku temani. Seperti pacuan kuda , kejar kesana kemari. Demi ucapan setia dihati. Lihatlah aku kini . Tertawa keras memecah gendang telinga sendiri. Lalu kau berkata tentang kita lagi. Kau pergi dan juga simalang Yang terbuai kata manis mu kini. Simpanlah nama ku dihati Penghianat tanpa belas ini Akan melangkah tanpa benci. Menyerah bukan pilihan. Gagal bukan tujuan Alay.

PELIK!!!

Separuh telah usai,  Binar gugur terkubur dalam derai kepalsuan. Bangun tersusun, hancur lalu tinggalkan Jalan ringan penat jadi penantian. Merangkai susunuan kata,  Hapus lalu acuhkan. Smaudra jadi Labuhan, Terukir senyum kala anak manusia rasakan bodohnya. Mungkin mentari tak tampakkan rupa. Walau kelabu menutup seluruh mata Tertawa terhempas sunyinya,  ratapi lalau membaui paksaan diri untuk berdoa. Sajauh ratapan mata berisi ke raguan Memohon agar kapal karam atau merapat ke pelabuhan. Kini tinggal aku dan kau sibodoh tampa pengetahuan. Aku berpulang pada sang halik Harapan kecil untuk ini yang terlanjur menjadi pelik.

AJAL & AKAL

Darah mengental Akal memudar dan kini sadar pun tak ku kenal. Sembari menghitung jari Bertanya pada hati "Berapa lama lagi kan ku tempuh jalan kelam ini" Hitungan tahun menjadi bukti, kesabaran seperti apa yang dimiliki. Jalan pintas terus mendayu dihati Akhiri akhiri akhiri Semua kemungkinan terus terbesit Mimintanya untuk datang lebih awal Memeluk dan dengan rela kan ikut bersama pencipta mu. Semuanya berakhir^^ #alasan #ah sudahlah #edisi gilalom

TANI & PADI

Sadar diawaal februari Bulan pertama kala masih membatu Mengeras dan diairi Waktu yang tepat untuk dinanti Dengan sarung dan baju hangat jika begini Benih mulai dipilih Berbaris putih menunggu jernih Menghijau dan merapih Sampai waktu kan beralaih Belum, masih awal Dijejerkan dismaping pagar Satu persatu sihijau kecil mulai disebar Bulan bertutur Kini semua menunggu disumur Memantau hujan Memeriksa rerumputan Berganti hari Remaja hijau mulai gemetar Penggerat dan pipit mulai menyambar Kata sabar jelas tergambar Pergi pagi pulang petang dengan gemar Bulan bernyanyi Sikuning terlihat kembar Pematang mulai gempar Riuh tawa menggelar Syukur jelas tergambar Bulan kembali sepi Kini padi telah menua Dipisahkan dari Tangkai Kembali dijemur smapai waktunya Siputih lahir Ditaksir ribuan mata Pasar, desa maupun kota jadi primadona Lalu sampai waktunya Nasi wujud lainnya  mereka yang akan tersenyum Menikmati hambarnya tanpa kata  "PETANI" ...

Angel!!!!!!

Kebebasan membuatnya semakin menawan Santun kata, ramah ucapan. Tergantikan tidak dalam ingatan. Senyuman simbol kedamaian Namun itulah sebab ini dimulai. "semakin lama kau semakin berubah, Sudah kukatakan di awal utuk mu menghindar, Sekarang kau salahkan aku lagi, Capek, muak, terserah, bodoh" Gadis kecil ku meragu Sepinya mengganggu Tanya dan jawab ku membisu. Memang tak begitu sempurna Dimulai dari hentakan bahu Smapai pilu tagis mu Cerita ini terus membentang Sinarnya semakin lama juga semakin menerang Hadir disetiap Cerita Datang dan pergi dalam duka Tempat terbaik bertanya Gadis kecil Menyimpan suara. Mengingat semua Cara mu berjalan, Kacamata, senyum, tagis, bahkan sangat nyaman untuk dibayangkan. Kau tak pernah mengakui ku^^ tidak sekalipun. Semua yang kau katakan Kebohongan. Kebahagiaan didepan mata mu tapi Kau selalu abaikan. ^^ y** Kumohon, Aku bukan sebuah *** Edisi gila 3456 lom

KOPI DONGENG

Hai anak muda, Iya kau dengan kopi hitam Kemarilah!! Iya kemarilah!! Sudah berapa lama kau duduk disini? Apa kau tak bosan? *** Bukan begitu? Tapi anak muda, Kemarilah!! Apa kau mau mendengar dongeng? Iya kisah tua tentang desa ini, Kau tau malik? **** Tentu kau tak kenal Aku mulai dari teman ku ini Ceritanya begini, Kau dengar tidak? Haha baik. "didesa sebelah tinggallah gadis cantik keturunan cina,  Wajahya pucat,Elok dipandang,  dan membuat lelaki manapun jatuh hati padanya". Tapi, ***** Tapi ia seorang janda, Iya,  Aku tau tapi si malik teman ku tetap ingin melamarnya, Ia Menjadi lelaki ke 24 wanita itu. Tentu saja bukan, 23 lelaki sebelumnya meninggal secara misterius, Aku juga tidak tau, Tapi siang itu ia mengajak buk yem Orang tua malik,  mereka beranjak dari desa ini kerumah sang janda untuk melamarnya. Tentu saja setuju,. 11hari setelahnya mereka menikah, Namun dimalam pertma mereka, hal itu terjadi ***** Hay anak muda jangan...