Posts

Showing posts from November, 2016

TITIK AMAN

Image
A ngan-angan terus melamabai bartautan menemani stiap jengkal dalam diam melarang semua kemungkinan yang mampu  rusak ku punya impian kala tertaawa di iringi rangkulan teman pikir ku terus menggunjang setiap kemungkinan arah. samapi atau tidaknya asa berguna apa sebaliknya keyakinan goyah atau sepinya hilang ada sesuatu yang telah hilang dari ku dari semua senyuman yang selama ini  ku banggakan  dari lubuk, degup yang selama ini menemaNi samapai pada titik ini aku berharap waktu lama berlalu hari tak berganti untuk senyum  pemandanggan menuju puncak itu nanti menikmati  semua, tak ingin terganti

PADA JAYA

pelangi tak tampak sore ini walau hujan sudah turun sejak dari pagi bukan berharap tapi genangganya sudah dapat menenggelamkan diri disana sini hannya terlihat atap gembulan asap, tak muncul lagi  perapian telah digenanggi  kata mereka karana hutan kurang pembangunan kali sungai sekarang tak lagi penting telah hanyut beribu alasan yang tertinggal lumpur dan becek sisa genangan

RAUNGGAN MALAM

setiap ucap  melekat pada semua memori yang kau pertahankan dalam benak kadang pikir ini terlalu memeperlakukan diri dengan sosok kanak-kanak aku selalu berlindung dalam pengawasanmu menopang semua beban, mendengar semua cobaan menepuk bahu  ketika tetsanya tak lagi  mampu dipertahankan terkadang redup dan mengkakau terkadang berulang ulang sepanjang waktu dan tatapan itu kembali pada ku tangan kembali menggulur pada ku apa ratapan ku begitu jelas dalam angan  02: 34 , NOPEMBER, 28

RACUNIKU

seperti awan sore ini begitu pekat namun hujan tak berani tampakkan diri. begitu pula intuisi begitu tajam namun tak terucap lagi selalu ada lapisan, perbedaan, kesan atau apapun pembenaran untuk  diri . sudut mu berdiri begitu kecil, dengan leluasa kau dapat melangkah dan meloncat pergi ketakutanmu pun hanya pada batu pijakan kokoh, atau tak kokoh. bagaimana dengan ku? malam ini memang tak berbintang, namun ku tau kau tak pernah lupa untuk tak menerjang ku anggap cobaan, kau rasa candaan malang namun seperti itulah keadaan apa kau tau racun ? cerita lama dengan sampul yang baru cinta lama dengan beda rasa cemburu kau bertahta, aku menggerutu ku menduka kau tersenyum tersipu malang namun demikianlah keadaan. lengan baju terlanjur kusingsing. rokok terlanjur jadi puting. demi hal bodoh yang kau angap penting. demi berhenti menuding. untuk tidak ambil pusing. namun untuk sembilan bulan penantian, 3 tahun papahan, 10 tahun asuhan. untuk perempuan yang selal...

BATU NISAN KU

T eriakan,  sesekali terdengar raugan kecil dari sudut taman  gerimis membangkitkan suasana persis pemakaman tak ada yang menduga anak itu terasing sendiri dari keramaian dihampiri, iya seingatku perempuan itulah yang paling tau dengan ramah diserahkanya sepotong roti dan seteguk air wajah anak itu kembali meratap tanpa tau siapa  ini perempuan  dalam hati yang sembilu, campur aduk sedih dan haru  mulutnya kelut tak tau harus mengadu tangannya terikat oleh belengu rasa bersalah memabatu Dimana semua yang tau ? dimana manusia-manusia jalang itu  saat sembilu ? dimana kawan yang mau cari tau ? dimana omongan yang selama ini hendak membantu ? anak itu menyeret tangannya sendiri, membahui kakinya sendiri. memotong-motong zanahnya sendiri ia hempaskan   gumpalan daging itu pada lubang yang kosong tanpa haru tertutup dengan kerikil dan setumpuk batu tertulis dalam nisan "kematian ku karana tidak ada yang mau cari t...

JATUH DILUBANG BARU

terengut malam dalam hari ku seperti angin kehilangan sejuk mandayu batin tak setuju ketika aku memandang mata mu. apa salah hari mu mengapa hanya aku yang tau cobalah tersenyum walau itu palsu kuatlah ketika ia menusuk mu SADARLAH hari tak sesingkat siang dan malam 7 hari lagi untuk minggu yang baru gambarkanlah senyummu gambarlah dengan tinta mu jangan ragu halangi ketidak mamapu mu dengan senyum palsu biarkan mereka bertanya mengapa kau masih mamapu tersenyum walu deritamu teramat nyata bagi ku