KOPI DONGENG
Hai anak muda,
Iya kau dengan kopi hitam
Kemarilah!!
Iya kemarilah!!
Sudah berapa lama kau duduk disini?
Apa kau tak bosan?
***
Bukan begitu?
Tapi anak muda,
Kemarilah!!
Apa kau mau mendengar dongeng?
Iya kisah tua tentang desa ini,
Kau tau malik?
****
Tentu kau tak kenal
Aku mulai dari teman ku ini
Ceritanya begini,
Kau dengar tidak?
Haha baik.
"didesa sebelah tinggallah gadis cantik keturunan cina, Wajahya pucat,Elok dipandang, dan membuat lelaki manapun jatuh hati padanya".
Tapi,
*****
Tapi ia seorang janda,
Iya, Aku tau tapi si malik teman ku tetap ingin melamarnya,
Ia Menjadi lelaki ke 24 wanita itu.
Tentu saja bukan,
23 lelaki sebelumnya meninggal secara misterius,
Aku juga tidak tau,
Tapi siang itu ia mengajak buk yem Orang tua malik, mereka beranjak dari desa ini kerumah sang janda untuk melamarnya.
Tentu saja setuju,.
11hari setelahnya mereka menikah,
Namun dimalam pertma mereka, hal itu terjadi
*****
Hay anak muda jangan sungkan sungkan minum saja dulu kopi mu keburu dingin nanti! .
Baik - baik sabar,
Akan ku lanjutkan.
Teman baik ku malik meninggal juga,
Iya aku tidak tau,
Tapi aku juga penasaran dengan kejadian itu, Sempat terbesit dikepala ku untuk membuktikan sebuah asumsi.
Tapi aku gagal karena untuk membuktikan hal tersebut Aku harus menikahi janda itu, Tapi kedua orangtuaku melarang,
Namun aku dengar,
Sekarang wanita itu telah tiada, Apa kau tau sebabnya?
Dasar pemuda warung kopi.
*****
Kau tau seorang anak harus mematuhi orang tua kan?
Apa kau tak pulang anak muda?
Aku jadi ingat sebuah kisah.
Jelas bukan,
Ini kisah Bukan tentang janda, dan malam pertama lagi.
Begini, didesa sebelah, Pernah terjadi sesuatu yang mengegerkan,
Seorang manusia tiba - tiba saja mematung,
Kau pernah dengar bukan?
Itu karna membangkang kau tau?
Hahahahaha
Aku tak mengada ngada.
**-
Aku juga ingin menceritkan banyak hal pada mu,
Tapi kopi ku telah habis
Lain kali,
Akan sangat menenangkan jika ku menceritkan sebuah kisah pada ku,
Apa saja, yang jelas cerita itu kelauar dari mulut mu, Bukan dari ujar orang lain.
Woiii anak muda, Kenapa kau memilih warung kopi?
****
Hai pak tua kopi tidak dibayar dengan dongeng kau tau?
Dan mengapa kau berkata mau menceritkan tentang desa ini tapi kau malah mengisahkan desa sebelah?
Warung kopi ini rumah ku.
Iya kau dengan kopi hitam
Kemarilah!!
Iya kemarilah!!
Sudah berapa lama kau duduk disini?
Apa kau tak bosan?
***
Bukan begitu?
Tapi anak muda,
Kemarilah!!
Apa kau mau mendengar dongeng?
Iya kisah tua tentang desa ini,
Kau tau malik?
****
Tentu kau tak kenal
Aku mulai dari teman ku ini
Ceritanya begini,
Kau dengar tidak?
Haha baik.
"didesa sebelah tinggallah gadis cantik keturunan cina, Wajahya pucat,Elok dipandang, dan membuat lelaki manapun jatuh hati padanya".
Tapi,
*****
Tapi ia seorang janda,
Iya, Aku tau tapi si malik teman ku tetap ingin melamarnya,
Ia Menjadi lelaki ke 24 wanita itu.
Tentu saja bukan,
23 lelaki sebelumnya meninggal secara misterius,
Aku juga tidak tau,
Tapi siang itu ia mengajak buk yem Orang tua malik, mereka beranjak dari desa ini kerumah sang janda untuk melamarnya.
Tentu saja setuju,.
11hari setelahnya mereka menikah,
Namun dimalam pertma mereka, hal itu terjadi
*****
Hay anak muda jangan sungkan sungkan minum saja dulu kopi mu keburu dingin nanti! .
Baik - baik sabar,
Akan ku lanjutkan.
Teman baik ku malik meninggal juga,
Iya aku tidak tau,
Tapi aku juga penasaran dengan kejadian itu, Sempat terbesit dikepala ku untuk membuktikan sebuah asumsi.
Tapi aku gagal karena untuk membuktikan hal tersebut Aku harus menikahi janda itu, Tapi kedua orangtuaku melarang,
Namun aku dengar,
Sekarang wanita itu telah tiada, Apa kau tau sebabnya?
Dasar pemuda warung kopi.
*****
Kau tau seorang anak harus mematuhi orang tua kan?
Apa kau tak pulang anak muda?
Aku jadi ingat sebuah kisah.
Jelas bukan,
Ini kisah Bukan tentang janda, dan malam pertama lagi.
Begini, didesa sebelah, Pernah terjadi sesuatu yang mengegerkan,
Seorang manusia tiba - tiba saja mematung,
Kau pernah dengar bukan?
Itu karna membangkang kau tau?
Hahahahaha
Aku tak mengada ngada.
**-
Aku juga ingin menceritkan banyak hal pada mu,
Tapi kopi ku telah habis
Lain kali,
Akan sangat menenangkan jika ku menceritkan sebuah kisah pada ku,
Apa saja, yang jelas cerita itu kelauar dari mulut mu, Bukan dari ujar orang lain.
Woiii anak muda, Kenapa kau memilih warung kopi?
****
Hai pak tua kopi tidak dibayar dengan dongeng kau tau?
Dan mengapa kau berkata mau menceritkan tentang desa ini tapi kau malah mengisahkan desa sebelah?
Warung kopi ini rumah ku.
Comments
Post a Comment