Posts

Showing posts from March, 2017

PARAS!

Terlepas dari benar salahnya pikir, Baik atau buruknya tindakan. Sore itu usai lamunan panjang, Kembali terdengar geliak tawanya, usai semua yang telah terjadi ia kembali. Mengutarakan isi hati. Jawaban atas pertanyaan itu telah pudaarkan waras, sesekali ku jernih kan kening dengan segelas minuman, Biasanya siap pemantik dan keretek putih ditangan " lalu abaikan". ‌Tutur bahasa yang lembut, perangai yang menawan, senyuman yang hangat dan hati bak kaum bangsawan. Tak sekali kuremehkan perasaan , kenyataan buat angan jadi bualan, ingat dan hapuskan kebiasaan lamamu jadi panutan.

INGAT&LUPA

"lupa" Hanyalah jawaban itu Terucap dari ujar  berkali-kali sampai lupa seberapa sering ia mengucap lupa. Hanya tak mengingat seringnya lupa menghilangkan ingat. Ingat saat  pertama kali  ucap kata lupa namun lupa berapa kali ucapan kata "lngat" keluar dari ujar. Saat mengingat kata ingat ku tak lupa, dan saat hendak mengigat kata lupa  sungguh sering mengingatnya. Satu-satunya kata yang ingat adalah "ingat". Dan selalu melupakan, ingatan saat semua sudah lupa ku masih tak mau melupakan saat semua mengigat apa yang telah dilupakan saat itu juga ku siap untuk lupa karna saat ingat kadang lupa dan saat lupa sering tuk teringat. Saat ku tak mau mengigat saat tak sanggup tuk melupa, dan saat kata lupa kembali terdengar dan saat kau mempertahankan ingat pernah melupa, dan saat semua ingatan itu kembali, apa kau lupa kita sering mengingat-ingat. "Terimakasih ku sangup tuk mengigat"

^^ lamunan

Kosong Benar benar keterlaluan Sungguh dalam kekeliruan Tumbuh dalam ke bingunggan Lahir dalam ketiadaan Kusut dilumuri senyuman Tawa diiringi perpisahan Luput dalam awasan Letih dalam pembenaran Pagi menjelang kepergian lintingan keretek Jadi saksi bocah lesu berbadan karatan, mulai merangkai sedikit kata Menyambut perpisahan, Kini ia siap di lupakan, Kini ia kuat dalam himpitan, kini ia sangup menelan pertikaian, kini ia tabah menahan himbauan, Pagi itu sebelum pazar  sewenang senang tampakkan diri, sebelum hari memusuhi gelapnya, sebelum pilu tergambar dalam benak, ia kembali merangkul sayatan perih dilengan kirinya , kembali mengusap jemari mungil kikuknya, tak terlihat sedikit penyesalan Dimata, bahkan lihat ia kembali membaringkan segudang tanya dengan lelapnya. Pilu pilu kelak berlalu Senang rindu pastikan usai Lalai menunggu kelam dalam lamunan Apa yang baik kehendak Tuhan. Gelap kan datang kembali, lengan panjang telah kusising berkali kali, Kenakan...