RACUNIKU

seperti awan sore ini
begitu pekat namun hujan tak berani tampakkan diri.
begitu pula intuisi begitu tajam namun tak terucap lagi
selalu ada lapisan, perbedaan, kesan atau apapun pembenaran untuk  diri .

sudut mu berdiri begitu kecil, dengan leluasa kau dapat melangkah dan meloncat pergi
ketakutanmu pun hanya pada batu pijakan kokoh, atau tak kokoh.
bagaimana dengan ku?

malam ini memang tak berbintang, namun ku tau kau tak pernah lupa untuk tak menerjang
ku anggap cobaan, kau rasa candaan
malang namun seperti itulah keadaan
apa kau tau racun ?

cerita lama dengan sampul yang baru
cinta lama dengan beda rasa cemburu
kau bertahta, aku menggerutu
ku menduka
kau tersenyum tersipu
malang namun demikianlah keadaan.

lengan baju terlanjur kusingsing.
rokok terlanjur jadi puting.
demi hal bodoh yang kau angap penting.
demi berhenti menuding.
untuk tidak ambil pusing.

namun untuk sembilan bulan penantian, 3 tahun papahan, 10 tahun asuhan.
untuk perempuan yang selalu kudenggarkan, untuk lelaki paruh yang jadi teman.
berdiri tegar kini ku telah mamapu. demi dirimu, demi kau, dimi sesuatu yang ku angap benar
nista akan datang lagi, caci pasti terulang, cibiran akan menghampiri
"tersenyumlah"







Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

UNTUK YANG TELAH IKUT BERPISAH

JATUH DILUBANG BARU

PADA JAYA