Arti Mengikhlaskan
Terkadang aku hanya ingin tau keberadaan mu bukan ingin mengikat dengan kata sayang.
Berhari hari sebuah kabar ku nanti
Kepergian tanpa alasan bukan hal mudah untuk di alami.
Sunyi , kebiasaan telah tersusun rapi
Ucapan "selamat pagi " dari mu sungguh ku rindu kini.
Namun yasudah mengela nafas dan apa boleh buat aku pasrah, saat aku berharap pada mu mungkin pandangan telah berubah arah.
Di awal semester kau kembali
Tidak langsung ku dengar dari mu
Seorang kenalan menceritakannya padaku.
Kau masih seperti biasa
Pakai kacamata, baju yang tertutup dan kulit mu yang putih Langsa.
Aku sudah menutup hati tuk bertanya
Ku biarkan kabar itu berlalu tanpa ku mau merasa rasa.
Sudah lama aku belajar melupa
Alasan ku bukan karena kepergian yang begitu saja.
Karena usaha ku yang ku anggap sia sia.
Tapi mungkin saja ini tak berjalan cepat
Saat aku telah kukuh menutup hati
Kau telah menanti di tempat biasa ku menghabiskan hari.
Entah apa yang membawa mu kembali
Dengan kaku berharap kau tak melihat ku
Hendak ku lalui kau di antara kursi dan meja menuju lantai dua tempat beristirahat ku.
Tapi aku ragu saat kau langsung menyapa .
Dan semua yang ku tutup seakan di Cakar sesuatu terobek robek Hinga bendungan Dimata tak kuasa menahan derasnya.
Disebelah mu , hanya kita berdua tak terdengar suara apapun selain isak mu yang coba berbicara, kata mu tak tersusun rapi
Tagis mu saja yang ku perhatian
Dan saat semua penjelasan itu berhenti dengan segelas teh hangat di meja putih itu . Aku rela melepas mu pergi.
Comments
Post a Comment