^^ lamunan
Kosong
Benar benar keterlaluan
Sungguh dalam kekeliruan
Tumbuh dalam ke bingunggan
Lahir dalam ketiadaan
Kusut dilumuri senyuman
Tawa diiringi perpisahan
Luput dalam awasan
Letih dalam pembenaran
Pagi menjelang kepergian lintingan keretek
Jadi saksi bocah lesu berbadan karatan, mulai merangkai sedikit kata
Menyambut perpisahan,
Kini ia siap di lupakan,
Kini ia kuat dalam himpitan, kini ia sangup menelan pertikaian, kini ia tabah menahan himbauan,
Pagi itu sebelum pazar sewenang senang tampakkan diri, sebelum hari memusuhi gelapnya, sebelum pilu tergambar dalam benak, ia kembali merangkul sayatan perih dilengan kirinya , kembali mengusap jemari mungil kikuknya, tak terlihat sedikit penyesalan Dimata, bahkan lihat ia kembali membaringkan segudang tanya dengan lelapnya.
Pilu pilu kelak berlalu
Senang rindu pastikan usai
Lalai menunggu kelam dalam lamunan
Apa yang baik kehendak Tuhan.
Gelap kan datang kembali, lengan panjang telah kusising berkali kali,
Kenakan senyumanmu kawan ku kan berlari
Sampai dahakku tak dapat ku telan,
Dan datanglah saat itu dan balasan dendam.

Benar benar keterlaluan
Sungguh dalam kekeliruan
Tumbuh dalam ke bingunggan
Lahir dalam ketiadaan
Kusut dilumuri senyuman
Tawa diiringi perpisahan
Luput dalam awasan
Letih dalam pembenaran
Pagi menjelang kepergian lintingan keretek
Jadi saksi bocah lesu berbadan karatan, mulai merangkai sedikit kata
Menyambut perpisahan,
Kini ia siap di lupakan,
Kini ia kuat dalam himpitan, kini ia sangup menelan pertikaian, kini ia tabah menahan himbauan,
Pagi itu sebelum pazar sewenang senang tampakkan diri, sebelum hari memusuhi gelapnya, sebelum pilu tergambar dalam benak, ia kembali merangkul sayatan perih dilengan kirinya , kembali mengusap jemari mungil kikuknya, tak terlihat sedikit penyesalan Dimata, bahkan lihat ia kembali membaringkan segudang tanya dengan lelapnya.
Pilu pilu kelak berlalu
Senang rindu pastikan usai
Lalai menunggu kelam dalam lamunan
Apa yang baik kehendak Tuhan.
Gelap kan datang kembali, lengan panjang telah kusising berkali kali,
Kenakan senyumanmu kawan ku kan berlari
Sampai dahakku tak dapat ku telan,
Dan datanglah saat itu dan balasan dendam.

Comments
Post a Comment