MALAM SEBELUM PAGI
seperti sebelum hari ini
malam atau ketika sudah pagi
nyanyian yang terniang dikedua telinga belum berani berhenti
ketakutan itu membebani yang tak punya nyali
mempertanyakan sesuatu yang tak bisa kujelaskan sendiri
aku butuh penuntun jika sudah sedalam ini
buih kesalahan
kesakitan ditiap malam yang enggan disalahkan
penyakit untuk tidak berbaikan
sesakit ketika tak didengarkan
penyebab sakit yang penyakitan
padangan yang tak pernah lagi lurus
pengorbanan demi pengorbanan yang tak ku artikan tulus
sejenak kebaikan hanya berubah pupus
secangkir kopi dimalam menuju pagi
berpikir untuk mahir dan tak terulang lagi
biarkan yang telah terjadi menjadi bukti diri
bahwa yang terakhir tersenyum akan menelan nyeri
ketika senyuman itu memmudar baru tersadar bahwa ada sesuatu yang tak benar
walau semula hanya sebuah nalar.
kembali meyakinkan diri tentang siapa ini diri.
jelas aku tak mau terbagi
berbagi pada sarsan yang tak paham tentang sejati
apalagi pada hal yang bahkan belum bisa ia tau sendri.
seperti sebelum hari ini
malam atau ketika sudah pagi
nyanyian yang terniang dikedua telinga belum berani berhenti
ketakutan itu membebani yang tak punya nyali
mempertayakan sesuatu yang tak bisa kujelaskan sendiri
aku butuh penuntun jika sudah sedalam ini
secangkir kopi dimalam menuju pagi
berpikir untuk mahir dan tak terulang lagi
biarkan yang telah terjadi menjadi bukti diri
bahwa yang terakhir tersenyum akan menelan nyeri
berhenti untuk peduli.
peduli pada yang tak mengerti.
mengerti pada yang tak peduli.
mememperdulikan yang tak peduli.
peduli pada yang tak memperdulikan tak lagi.
lagi untuk tak peduli.
memperdulikan yang peduli.
bukan untuk yang hanya peduli.
namun memperdulikan yang betul peduli.
ah sudah aku tak peduli lagi.
Comments
Post a Comment