Posts

PONSEL!

Menatap ponsel lamaku Terkenang manis pilu menyatu Kala kau mulai merayu Masa indah dan duka menyatu Kini terasing disisi kamarku Membisu dengan Krip lampu yang tak lagi biru. Ketika masa membuat semua nyata berlalu Ketika sesal dan sadar yang kian menderu .Kebohongan. Kini ku sadar seberapa kecil diriku. Bait puisi ku tak lagi seperti dulu, dimana tiap sajaknya terlukis tentang mu. Tenggelam lah kau Dengan Krip bintang kesayangan mu. Lupakan tiap dering di ponsel mu

Tanda?

Ketika para benih telah berubah menjadi kecamba, kala rupa telah berganti mimiknya. Seperti itu juga cerita yang kehilangan populernya. Silih berganti semua berubah Memilih arah  Mengumpulkan Maslah Terbelah dan menjadi sebuah kisah Seperti pusi beribu makana bagaimana aku? Siapa? Kenapa? Selalu menjadi tanda tanya? Jawaban apa yang di cari diri Tak tau menau jalan apa ini yang ku tuju.

KUFUR!!!

Lalai memutar waktu Memaksa untuk tau tujuan jalan menderu Tergusur dalam tau memangku keyakinan yang berbuah mengikuti waktu Memikirkan setiap kemungkinan Pimplan dalam semua kemudahan Satu dan dua mengganggu Terburu-buru dalam kebodohan memamang diriku Tak usah Ditanya betapa rasisnya hidup Memilah Milah apa yang terwujud dan mengerut , Isi perut hanya angin lalu menghasilkan kentut. Siapa aku, dimana, apa sebenarnya tujuan, apa itu keyakinan, Tersesat dalam dalam kekufuran.

Pazar !! Setipis pagi dan malam

Meluap dalam sekejap Nama yang becap Sikap yang tak mantap Pikiran yang jauh dari ucap Ku bergetir menggigil dan memanggil asmanya Tumpah ruah dalam sekejap Ku mulai bernyanyi Melawan sepi Bertaruh Menenangkan hati Melawan pikir Dan tak sedikit ku menghardik diri sendiri Mencabik pola pola yang selama ini menjadikan ku kuat disegi segi hati Kalau saat ku tak sanggup lagi Pagi menjadikannya semakin nyata dalam halaman pazar mangil tidur.

Aku tak akan pura pura lupa

Aku tak kan pura pura lupa.

Aku Takut Nanti !!!

Vi, hari ni aku di tegur. Kau tau apa , pulang dari kampus tadi aku duduk di korsi depan tempat biasa kita bercerita . Tak ku sadari disebelah ku juga sedang duduk seorang anak bersama ayahnya, Anak itu tertawa sambil menunjuk ayahnya Vi . Ya gara gara itu aku juga teringat ayah, Ah.... sudah aku lanjutkan ceritanya ya. Asik menertawai ayahnya anak itu juga Menempel kan ponsel miliknya ke arah pipi ayahnya, anak itu sedang membandingkan wajah si ayah  yang berada di foto dan yang asli Vi, hahahaha aku tersenyum kecil melihat kelakuan anak dan ayah itu Vi. Mungkin karena geram melihat tingkah anaknya  ayah itu memeluk smabil menciumnya,  kan aku teringat ayah lagi. Anak itu masih menggenggam ponsel miliknya, tapi sang ayah coba untuk merebut. Anak itu rupanya sedang membuka laman muka buku sang ayah Vi, lucu bukan . Oh iya aku belum bilang ya hal yang membuat ku tertegur hehe , Aku memikirkan ini Vi, Kalau kita punya anak nanti dan telah pandai mengenal d...

Daya!!!

Daya  Kerdil tapa kemapuan berbuat juga bertanya. Kebolehan hanya mengangguk dan meng iya. Daya jika aku jadi satu dari semua daya Rela ku dimainkan sesuka saudara Tapi apa daya aku hanya kerdil tanpa daya  Daya Tercengang dengan ribuan daya didepan mata Dengan kicauan yang taunya bertanya kenapa kau Tak Berdaya. Sekali lagi aku kerdil tanpa daya jadi risau malu bertanya.