Posts

Pazar !! Setipis pagi dan malam

Meluap dalam sekejap Nama yang becap Sikap yang tak mantap Pikiran yang jauh dari ucap Ku bergetir menggigil dan memanggil asmanya Tumpah ruah dalam sekejap Ku mulai bernyanyi Melawan sepi Bertaruh Menenangkan hati Melawan pikir Dan tak sedikit ku menghardik diri sendiri Mencabik pola pola yang selama ini menjadikan ku kuat disegi segi hati Kalau saat ku tak sanggup lagi Pagi menjadikannya semakin nyata dalam halaman pazar mangil tidur.

Aku tak akan pura pura lupa

Aku tak kan pura pura lupa.

Aku Takut Nanti !!!

Vi, hari ni aku di tegur. Kau tau apa , pulang dari kampus tadi aku duduk di korsi depan tempat biasa kita bercerita . Tak ku sadari disebelah ku juga sedang duduk seorang anak bersama ayahnya, Anak itu tertawa sambil menunjuk ayahnya Vi . Ya gara gara itu aku juga teringat ayah, Ah.... sudah aku lanjutkan ceritanya ya. Asik menertawai ayahnya anak itu juga Menempel kan ponsel miliknya ke arah pipi ayahnya, anak itu sedang membandingkan wajah si ayah  yang berada di foto dan yang asli Vi, hahahaha aku tersenyum kecil melihat kelakuan anak dan ayah itu Vi. Mungkin karena geram melihat tingkah anaknya  ayah itu memeluk smabil menciumnya,  kan aku teringat ayah lagi. Anak itu masih menggenggam ponsel miliknya, tapi sang ayah coba untuk merebut. Anak itu rupanya sedang membuka laman muka buku sang ayah Vi, lucu bukan . Oh iya aku belum bilang ya hal yang membuat ku tertegur hehe , Aku memikirkan ini Vi, Kalau kita punya anak nanti dan telah pandai mengenal d...

Daya!!!

Daya  Kerdil tapa kemapuan berbuat juga bertanya. Kebolehan hanya mengangguk dan meng iya. Daya jika aku jadi satu dari semua daya Rela ku dimainkan sesuka saudara Tapi apa daya aku hanya kerdil tanpa daya  Daya Tercengang dengan ribuan daya didepan mata Dengan kicauan yang taunya bertanya kenapa kau Tak Berdaya. Sekali lagi aku kerdil tanpa daya jadi risau malu bertanya.

LALAI!

Bait tak berima Sajak tanpa tanya Mimpi tanpa rupa Aku hendak berhenti berpuisi Sejenak melelpalkan pikir,  Membuang setiap butir kerisauan Pagi kan datang lagi Hadir ku di uji kembali, lagi dan lagi. Kesempatan meregang kan otot Besok kan berlarilagi 

JALANI!

Untuk kali ini aku akan angkat bicara. Diam rasa menyakitkan yang terus kupelajari entah usainya. Demikian pula dengan kesewenangan hati yang berubah kapan pun ia suka. Hari ni kau tertawa dan esoknya kembali berlumur luka. Tiada yang menawari mu kepastian. Berceloteh tanpa henti,  apa cuma itu yang bisa ku dengarkan. "Kan kupilih jalan yang menyenangkan untuk menguai, terhembus bersama semua yang telah ditawarkan. Berhenti untuk mengucapkan berhenti untuk memikirkan. Namun sedikit pun tak terbesit untuk menaruhmu sebagai lawan."

PARAS!

Terlepas dari benar salahnya pikir, Baik atau buruknya tindakan. Sore itu usai lamunan panjang, Kembali terdengar geliak tawanya, usai semua yang telah terjadi ia kembali. Mengutarakan isi hati. Jawaban atas pertanyaan itu telah pudaarkan waras, sesekali ku jernih kan kening dengan segelas minuman, Biasanya siap pemantik dan keretek putih ditangan " lalu abaikan". ‌Tutur bahasa yang lembut, perangai yang menawan, senyuman yang hangat dan hati bak kaum bangsawan. Tak sekali kuremehkan perasaan , kenyataan buat angan jadi bualan, ingat dan hapuskan kebiasaan lamamu jadi panutan.